Pasca berakhirnya Ramadhan, bulan Syawwal tiba. Suasana Lebaran dirayakan dengan penuh khidmat dan kebahagiaan. Hidangan tersaji beraneka ragam di atas meja-meja ruang tamu. Dari makanan ringan, rengginang, kripik, manisan, biskuit, kacang sembunyi, kacang asin, hingga makanan berat. Opor ayam, lontong sayur, bakso, soto dan beraneka ragam makanan berat lainnya.
Akan tetapi, ini bukan ajang balas dendam layaknya, film-film Bollywood di dunia Prindavan. Semua musuh di hajarnya tanpa ampun. Dari penjahat kelas ringan, hingga kelas berat. Namun, bagi seorang Mukmin, tidak begitu konsepnya. Mukmin yang sadar dengan segala godaan itu harus dapat menahan nafsu dan hasrat pelampiasan. Boleh menyantap hidangan, namun tetap menjaga stabilitas tempratur batin (iman). Meminjam ungkapan da’i sejuta Ummat Almarhum KH. Zainuddin MZ.
Kita harus sadar, bahwa bulan Syawwal itu adalah bulan peningkatan. Artinya, ketakwaan dan keimanan harus lebih ditingkatkan. Jangan terlalu tergoda, terpedaya dan terpesona dengan makanan-makanan yang tersajikan. Salah satu cara menghindari godaan tersebut adalah dengan puasa 6 (enam) hari di bulan Syawwal.
Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, selepas menjalani puasa Ramadhan. Amalan ini, bertujuan untuk menambah pahala dan memberikan kesempatan kepada orang Mukmin untuk meneruskan disiplin ibadah seperti yang telah di praktikkan sepanjang bulan Ramadhan.
Dengan berpuasa 6 (enam) hari dalam di bulan Syawwal, kita berpeluang mendapatkan ganjaran pahala yang lebih daripada Allah Swt. dalam hal ini, Nabi Muhammad Saw telah menyebut dalam sebuah hadits sahih;
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه
Dari Abu Ayyub al Anshari Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun”. (HR. Imam Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasa’-i dan Ibnu Majah).
Dalam Riwayat berbeda disebutkan;
جَعَلَ اللهُ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا فَشَهْرٌ بِعَشْرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ تَمَامُ السَّنَةَ
“Allah menjadikan (ganjaran) kebaikan itu sepuluh kali lipat, satu bulan sama dengan sepuluh bulan; dan puasa enam hari setelah hari raya ‘Idul Fithri merupakan penyempurna satu tahun“. (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Imam Nasaa-i)
Hukum puasa 6 (enam) hari di bulan Syawwal adalah sunnah, dan pelaksanaannya tidak terikat kepada bilangan atau waktu tertentu dalam bulan tersebut, walau bagaimanapun, dianjurkan untuk melakukannya dalam bulan Syawwal itu sendiri. Terdapat pelbagai panduan pelaksanaanya yang disepakati dikalangan ulama mengenai tata cara dan waktu terbaik untuk melaksanakan puasa ini. Namun banyak yang sepakat bahwa puasa boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah, semasa hari-hari yang dilaksanakan.
Perbebdan utama antara puasa Ramadhan dan puasa Syawwal terletak pada status hukumnya. Puasa Ramadhan adalah wajib dan menjadi rukun Islam yang kelima, manakala puasa 6 (enam) hari Syawwal adalah sunnah yang memberikan tambahan pahala. Selain itu, puasa Ramadhan diadakan sepanjang bulan, sementara puasa Syawwal dibolehkan dilakukan pada hari-hari dalam bulan tersebut, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti hari raya Aidil Fitri.
Kelebihan dan Fadhilat Puasa 6 Hari Bulan Syawwal
Puasa 6 (enam) hari di bulan Syawwal memberikan penagruh besar terhadap kadar kualitas ketakwaan. Yang mana, ketakwaan harus lebih meningkat bukan sebaliknya menurun. Menurunnya kadar ketakwaan, dapat dilihat dari intensitas godaan akan sajian makanan atau hidangan yang sulit dihindari. Jika, kadar ketakwaan dan keimanan tipis, akan mudah tergoda makanan, hingga lupa ada sunnah puasa 6 hari di bulan Syawwal. Manakala, takwa dan iman kuat, dia tidak akan lupa bahwa, sunnah puasa Syawwal itu diutamakan .
Pengamalan puasa 6 (enam) hari ini bukan saja memberikan ganjaran dari segi rohani, tetapi juga memberi kebaikan kepada kesehatan fisik. Penelitian menunjukkan bahawa, puasa berupaya meningkatkan metabolisme, mempromosikan pengurangan berat badan, dan memperbaiki fungsi kardiovaskular. Dengan hanya 6 (enam) hari berpuasa, dapat memberikan rehat (istirahat) sejenak kepada sistem pencernaan tubuh, serta memudahkan proses detoksifikasi dan penyembuhan pada penyakit dalam. Ini seterusnya memberi dampak positif terhadap kesejahteraan fakultas dalam tubuh kita.
Melalui pengamalan puasa 6 (enam) hari di bulan Syawal, seseorang akan dapat memperkuatkan ketaatan dan kesadaran kepada Allah. Ia merupakan peluang untuk merenung semula pengajaran daripada bulan Ramadhan dan meneruskan amalan baik yang telah dipraktikkan. Dalam melakukan puasa ini, umat Islam diajar untuk konsisten dan berdisiplin dengan ibadah, yang mana merupakan satu cara untuk memperbaharui kedekatan dengan Allah Swt.
Secara keseluruhannya, fadhilah puasa 6 (enam) hari di bulan Syawal sangat banyak, menjadikannya satu amalan yang tidak boleh dipandang ringan. Dengan niat yang ikhlas, seorang Muslim dapat memperoleh manfaat rohani dan jasmani yang berkekalan, serta meningkatkan ketaatan kepada Allah dalam kehidupan keseharian kita.
Cara Melaksanakan Puasa 6 Hari Bulan Syawwal
Terkait bagaimana tata cara melaksanakan puasa di bulan Syawwal, berikut pendapat para ulama. Pertama,puasa 6 hari di bulan syawwal hukumnya bisa jadi haram, apabila seseorang masih mempunya hutang puasa Ramadhan. Artinya, ia harus melunasi hutang puasa Ramadhannya terlebih dulu. Penting untuk diketahui bahwa puas Syawwal adalah puasa sunnah, bukan puasa wajib.
Agar dapat meraih pahala puasa Syawwal berbarengan, caranya pertama, niatkan puasa di bulan Syawwal ini untuk melunasi hutang puasa dibulan Ramadhan, sekaligus niatkan juga untuk puasa Syawwal. InsyaAllah, pahalanya double. Dan Ini dibolehkan oleh para ulama, kenapa? Karena puasa Syawwal itu sunnah, sementara puasa Ramadhan itu wajib, dan yang berhutang puasa Ramadhan wajib untuk melunasinya.
Kedua, Puasa Syawwal itu bisa dilakukan secara berurutan selama 6 hari dalam sepekan. Ketiga, puasa Syawwal bisa diselingin harinya, artinya boleh tidak berurutan. Contohnya, hari Senin puasa, hari Selasa tidak puasa. Hari Rabu puasa, hari Kamis tidak berpuasa. Boleh tidak berurutan. Keempat, puasa bulan Syawwal bisa sekalian niatnya dengan puasa Senin kamis.
Contoh: Hari Senin niatnya puasa Syawwal sekaligus, niat untuk puasa Senin Kamis, juga dibolehkan. Nanti di hari Kamis niatkan puasa Syawwal dengan puasa Senin Kamis lagi. Kelima, Puasa Syawwal bisa dilakukan kapan saja, yang penting di bulan Syawwal, selama 6 (enam) hari. Entah mau puasa diawal, di akhir, pertengahan bulan Syawwal, semunya terserah, yang penting dilaksanakan selama 6 (enam) hari di bulan Syawwal.
Terakhir, Puasa Syawwal juga bisa diniatkan berbarengan dengan puasa putih (Ayyamul Bidh). Jatuh pada tanggal 13, 14, 15 di setiap bulan Hijriyah. namun, puasa putih hanya 3 hari saja di setiap bulan Hijriyah. Sisanya, silakan di tambah 3 hari di hari lainnya.
Seterusnya, amalan sunat yang boleh dilakukan semasa berpuasa juga harus diutamakan. Membaca al-Quran, berzidkir, dan melakukan solat sunat adalah antara aktivitas yang dapat meningkatkan pahala dan kualitas puasa. Dari segi niat, puasa 6 (enam) hari bulan Syawwal mungkin dilakukan dengan menyatakan niat dalam hati untuk menunaikan ibadah sunnah tersebut.
Adalah disarankan untuk mengucapkan niat puasa tersebut pada malam sebelum melaksanakan ibadah puasa. Tata cara puasa adalah sama seperti puasa Ramadan, mulai dari fajar hingga terbenam matahari, dan seharusnya diakhiri dengan berbuka puasa apabila telah tiba waktunya.
Demikian tata cara dan penjelasan pelaksanaan puasa 6 (enam) hari bulan Syawwal. Dengan melaksanakan segala ketentuan yang telah ditetapkan, InsyaAllah akan menjadi tambahan pahala kita di sisi Allah Swt. Amiin ya rabbal alamin.
Wallahu’alam bish shawab
3 comments
[…] Sumber : https://batuter.com/nasional/tata-cara-puasa-6-hari-di-bulan-syawwal/ […]
MasyaAllah terimakasih Ust Sofian Hadi atas ilmunya, semoga semakin bermanfaat dan berkah bagi kita semua
Bagaimana pengalaman Anda dalam melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawwal? Apakah Anda merasakan perubahan dalam ketakwaan atau kesehatan setelah mengamalkannya?