Khutbah

Khutbah: Ayah Sebagai Penanam Benih Kebaikan Kepada Anak

ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، مِلْءَ ٱلسَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ ٱلْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شَاءَ رَبُّنَا مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

وَلَكَ ٱلشُّكْرُ كُلُّهُ، وَلَكَ ٱلثَّنَاءُ كُلُّهُ، وَإِلَيْكَ يَرْجعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَىٰ نَفْسِكَ.

وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَصَفِيُّهُ مِنْ خَلْقِهِ وَحَبِيبُهُ.

ٱللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْـحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى ٱللَّهِ

فَإِنَّ تَقْوَى ٱللَّهِ سَبِيلُ ٱلسَّعَادَةِ وَنِعْمَةُ ٱلنَّجَاةِ. فَقَالَ ٱللَّهُ تَعَالَىٰ:

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ .وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا. وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً

وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hadirin jama’ah Jumat yang dirahmati Allah Swt

Ada satu pemandangan yang menarik kita lihat pada awal masuk sekolah kemarin. Para orang tua di setiap jenjang Pendidikan, ikut mengantarkan anak-anak mereka memasuki jenjang pendidikan pada hari pertama masuk sekolah. Jika melihat ibu-ibu mengantarkan anak mereka mungkin menjadi pemandangan yang biasa.

Tetapi, pada hari itu, para ayah atau suami tidak kalah semangatnya. Bahkan pemerintah menggagas sebuah gerakan yang disebut dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah. Sebuah inisiatif dari pemerintah yang mendorong para ayah meluangkan waktu mendampingi buah hati mereka di hari pertama tahun ajaran baru.

Tujuannya adalah memperkuat ikatan emosional dan memberikan dukungan mental agar anak lebih percaya diri.

Sosok ayah memiliki peran dan tanggung jawab dalam menerapkan pendidikan karakter pada anak-anaknya. Karena sesungguhnya, anak adalah anugerah terindah yang Allah titipkan kepada kita.

Mereka adalah cahaya yang menerangi kehidupan kedua orang tuanya; menjadi sumber harapan, kebahagiaan, dan kekuatan. Pada saat yang sama, mereka adalah amanah besar yang wajib dijaga, dirawat, dan diarahkan kepada pendidikan yang menanamkan nilai-nilai mulia.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an Surat An Nisa ayat 11:

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ

“Allah mewasiatkan kepada kalian tentang (urusan) anak-anak kalian.” (QS. Surah An-Nisa’: 11)

Anak adalah titipan Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Mereka dapat menjadi investasi akhirat bagi orang tuanya—melalui do’a-do’a yang tak henti dipanjatkan oleh anak saleh, melalui amal-amal kebaikan yang lahir dari bimbingan orang tuanya, dan melalui akhlak mulia yang tumbuh dari pendidikan yang benar.

Hadirin jama’ah Jumat yang dirahmati Allah

Orang yang paling bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang seorang anak—baik akal, jiwa, maupun akhlaknya—adalah kedua orang tuanya. Rasulullah saw bersabda:

«كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ»

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” —(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan betapa besar peran orang tua—terutama ayah sebagai pemimpin rumah tangga—dalam membentuk karakter, perilaku, bahkan arah keyakinan seorang anak. Anak terlahir suci, bersih, dan lurus fitrahnya; dan orang tualah yang menentukan arah pertumbuhan itu.

Allah SWT mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” [QS. Surah At-Tahrim: 6]

Wahai para orang tua, kita memikul tanggung jawab besar dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak kita. Kita tanamkan kepada mereka aqidah yang lurus; ajarkan cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah saw, serta kecintaan kepada para sahabat dan orang-orang saleh dan para ulama yang mengikuti petunjuk mereka.

Dengan pendidikan seperti inilah, insyaAllah mereka akan tumbuh sebagai generasi saleh yang bermanfaat bagi umat dan menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya.

Hadirin jama’ah Jumat yang dirahmati Allah

Imam Al-Ghazali, menegaskan tentang peran orangtua dalam mendidik anaknya. “Anak adalah amanat di tangan kedua orang tuanya.  Hari-nya yang suci adalah mutiara yang masih perlu untuk dibentuk. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka dia akan tumbuh dengan kebaikan itu.

Kemudian, Abul Hasan An-Nadawi juga pernah mengatakan, Zaman sekarang adalah zaman perang ideologi (ghazwul fikri) atau perang pemikiran. Zaman ini, butuh peran orang tua, untuk memberikan Pendidikan terbaik bagi anak-anak kita. Pada era sekarang orang tua, benar-benar harus memperhatikan Pendidikan mereka.

Di antara tanggung jawab terbesar orang tua adalah membiasakan anak melakukan kebaikan yang diridhai Allah. Salah satunya mendirikan salat sejak usia dini. Allah SWT berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan salat, dan bersabarlah dalam melaksanakannya.” (QS. Surah Taha: 132)

Ayat ini bukan hanya perintah, tetapi juga pesan kesabaran—bahwa mendidik anak untuk salat membutuhkan keteladanan, kesungguhan, dan keberlanjutan. Bawa mereka untuk jumatan dengan pendampingan agar tertib dalam jumat, ajak mereka ke tempat shalat lalu setelah selesai doakan mereka.

Maka diantara sebab terbesar keberhasilan dalam mendidik anak—bahkan menjadi fondasi utamanya—adalah memohon pertolongan kepada Allah melalui doa.

Karena itu, hendaknya para orang tua memberi perhatian penuh dalam mendoakan anak-anak mereka, bersungguh-sungguh, dan terus mengulang-ulang doa dengan penuh harap kepada Allah.

Lihatlah do’a yang dipanjatkan Nabi Ibrahim:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Artinya:

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak keturunanku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim ayat 40)

Hadirin jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah

Demikianlah, sungguh amat besar peran ayah dalam membimbing, menanamkan akhlak, serta membentuk karakter anak-anaknya. Keluarga adalah madrasah pertama, dan ayahlah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas arah pendidikan itu.

Maka marilah kita menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya, karena warisan yang lebih berharga yang dapat diberikan seorang ayah kepada anaknya adalah akhlak yang mulia dan pendidikan yang benar.

Semoga kita menjadi orang tua yang penuh kasih, bijaksana dalam membimbing, dan tegas dalam menegakkan kebenaran di dalam keluarga kita.

Semoga Allah menjaga anak-anak kita, melapangkan hati mereka dengan iman, menghiasi akhlak mereka dengan kebaikan, dan menjadikan mereka penyejuk mata bagi kita di dunia dan di akhirat. Amin ya Allah.

نَفَعَنِي اللهُ وَإيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ،

وَجَعَلَنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ.

أقول قولي هذا، وأستغفرُ الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه. إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ

وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ

أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ

فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْمُصَابِيْنَ

وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ

وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ،

 اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ

وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطِ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَر


Postingan terkait

Khutbah Kartu KSB Maju Mendorong Kesejahteraan Ummat

Sofian Hadi

Khutbah: Tragedi Akal, Ilmu Pengetahuan dan Islam

Sofian Hadi

Khutbah: Membela dan Memperjuangkan Ketinggian Islam

Sofian Hadi

Khutbah: Ramadhan, Maksimalkan Potensi Kebaikan Bukan Kemaksiatan

Sofian Hadi

Khutbah: 3 Golongan Manusia di Bulan Ramadhan

Sofian Hadi

Khutbah: Hablum Minal Alam; Dari Alam Kembali ke Alam

Sofian Hadi

Tinggalkan Komentar

You cannot copy content of this page