Khutbah Pertama
الْحَمْدُ للهِ، الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْعَمَنَا بالإِيمَانِ وَالأَمَانِ ، وَرَزَقَنَا بِالإِسْلاَمِ وَالسَّلاَمِ ، وَأَلْهَمَنَا بِالْهُدَى وَالْفُرْقَانِ . أَنَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَه. فَصَلَوَاتُ الله وَسَلاَمُهُ عَلَيه ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِين وَعَلَى أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِين ، وَعَلَى الصَّحَابَةِ والتَّابِعِين، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَان إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ
يَا أَيُّهَا ٱالَّذِينَ آمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah…
Dalam hidup ini setiap orang, atau kelompok masyarakat atau bahkan bangsa – pastilah mengharapkan dapat meraih kemajuan dan kesejahteraan dalam kehidupannya, mendambakan negeri yang aman dan damai. Maka berbagai upaya ditempuh untuk dapat mewujudkan harapan dan cita-cita itu. Pun demikian kita, selaku masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat, yang baru saja usai merayakan Hari Lahir Kabupaten Pariri Lema Bariri yang ke-22 tahun.
Tentu semua itu adalah wujud syukur atas karunia Allah SWT, atas anugerah terindah, sepenggal negeri kecil bernama Sumbawa Barat. Tempat lahir, tempat tumbuh, berkembang dan mengabdi bersama, memperjuangkan harapan dan cita-cita, demi kemaslahatan semua warga. Mengabdi dari semua sisi dan profesi yang melekat pada diri.
Rasa syukur itu, kemudian tertumpah ruah dalam kehangatan silaturrahim, semua elemen masyarakat dari berbagai etnis dan suku. Menyatu padu menjadi satu kesatuan, dalam bingkai warga Sumbawa Barat. Berjuang bersama dan mengabdi dengan dedikasi tiada tepi, demi maslahah untuk sesama, manfaat untuk semua ummat.
Tanpa harus memandang perbedaan, menyikapinya dengan sikap toleran dan saling menghargai. Inilah Sumbawa Barat, negeri kecil yang aman dan masyarakatnya hidup damai, dan semoga Allah SWT menurunkan maghfirohnya, sehingga menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur.
Bagaimana melahirkan rasa aman di tengah masyarakat? Bagaimana pula mewujudkan negeri yang aman? Allah dan Rasul-Nya memberikan kita beberapa resep yang jelas untuk mewujudkan negeri yang aman.
Pertama; Beriman kepada Allah dan tidak menyekutukannya
Allah Swt berfirman dalam surat Al-An’am ayat 82:
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Dalam ayat yang lain, tepatnya pada surah Al A’raaf ayat 96, Allah SWT pun berfirman:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.
Iman yang benar akan membentuk pribadi takwa yang taat dan patuh kepada Allah, dan ketakwaan akan mengundang penjagaan dan perlindungan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah saw bersabda dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi,
احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ أمَامَكَ
“Jagalah Allah (maksudnya tunaikan kewajiban-kewajiban Allah dan tinggalkan larangan-larangan-Nya), maka Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka Dia akan berada di depanmu (menolong dan melindungi).” [HR. Tirmidzi]
Kedua; Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Perkara penting untuk mewujudkan rasa aman adalah adanya amar ma’ruf nahi munkar. Sebab manusia bukanlah malaikat yang selalu taat dan patuh, potensi enggan berbuat kebaikan dan ingin berbuat pelanggaran akan selalu ada.
Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah saw mengumpamakan masalah ini dengan suatu kaum yang naik kapal laut, sebagian penumpang berada di atas, sebagian lagi berada di bawah. Lalu ada di antara penumpang di bawah yang ingin melubangi perahu dengan alasan tertentu, maka kata Rasulullah,
فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا، وَنَجَوْا جَمِيعًا
“Jika mereka biarkan apa yang dia inginkan, mereka akan binasa semua. Jika mereka ambil tindakan mencegahnya, maka mereka yang dibawah dan yang diatas akan selamat semuanya.” [HR. Bukhari]
Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah saw bersabda,
انْصُرْ أخَاكَ ظَالِماً أَوْ مَظْلُوماً
“Tolonglah saudaramu baik dia berbuat zalim atau dizalimi.”
Maka salah seorang sahabat bertanya,
يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا ، كَيْفَ أَنْصُرُهُ؟
“Wahai Rasulullah, aku akan menolongnya jika dia dizalimi, bagaimana halnya jika dia berbuat zalim, bagaimana aku menolongnya?”
Maka Rasulullah Saw menjawab,
تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ
“Engkau cegah dia dari kezaliman, maka itu berarti engkau menolongnya.” (HR. Bukhari)
Karena itu, sejatinya kita senang jika ada orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar, bahkan semestinya, kita mesti memiliki peran dan kontribusi maksimal dalam hal tersebut sesuai dengan kapasitas masing-masing dan sesuai dengan cara yang kita mampu.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah taala.
Faktor ketiga yang dapat mewujudkan keamanan dan ketentraman di tengah masyarakat adalah ditegakkannya keadilan untuk semua kalangan tanpa pandang bulu.
Merupakan perkara aksiomatis dan mudah dicerna siapapun juga, bahwa jika keadilan ditegakkan untuk semua lapisan dan kalangan, secara khusus oleh pemimpin dan pihak-pihak yang berwenang di sebuah negeri, maka keamanan akan segera terwujud.
Suatu kali, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, ada seorang wanita dari suku Makhzumiah yang mencuri. Suku Makhzumiah adalah suku terpandang di tengah bangsa Arab ketika itu. Orang-orang dari suku itu ingin membujuk Rasulullah SAW agar tidak menjatuhkan hukum kepada wanita tersebut. Ketika mengetahui hal tersebut, dengan nada marah beliau bersabda;
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا هَلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ
“Wahai manusia, sesungguhnya binasanya umat sebelum kalian adalah karena apabila yang mencuri adalah orang-orang mulia di antara mereka, mereka biarkan orang itu. Namun jika pencurinya adalah orang lemah, mereka jatuhkan hukuman terhadapnya.”
Kemudian Rasulullah saw menyatakan suatu ungkapannya yang agung,
وَايْمُ اللَّهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ، لَقَطَعْتُ يَدَهَا
“Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhamad mencuri, sungguh akan aku potong tangannya.”
Semoga Allah berikan kita iman yang kuat serta keamanan dalam diri kita dan terhadap daerah kita yang baru saja merayakan Hari Lahir Kabupaten Sumbawa Barat yang ke-22. Semoga menjadi Kabupaen yang Maju dan luar biasa, sesuai dengan slogan dan jargon yang diperjuangkan oleh Pemerintah Daerah dan seluruh lapisan masyarakatnya. Begitupula negeri kita dan negeri-negeri Islam, semoga dijauhkan dari malapetaka dan dijauhkan dari orang-orang yang ingin menebar kerusakan di muka bumi. Amîn ya Robbal ‘âlamîîn.
أقُولُ قَوْلي هَذَا وَأسْتغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لي وَلَكُمْ، فَاسْتغْفِرُوهُ يَغْفِرْ لَكُمْ إِنهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ، وَادْعُوهُ يَسْتجِبْ لَكُمْ إِنهُ هُوَ البَرُّ الكَرِيْمُ..
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.
إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا
اللّـهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ إنّكَ حميدٌ مجيدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ .
عباد الله، ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر
Penulis Ustadz. Fathurrahman Tulus, S.Sos.I
Ketua IPARI Kabupaten Sumbawa Barat