Penyuluh

Sesuatu yang akan Sirna, Bukan Tumpuan untuk Mencari Kebahagiaan yang Hakiki

Saudaraku semuanya. Pagi hari ini telah menjadi  saksi bahwa nafas Kehidupan ini begitu mahal bagi sebagian orang.

Mungkin bagi kita hari ini tidak ada bedanya dengan hari kemarin. Bangun tidur, mandi, makan, bekerja, bersenang-senang dan melakukan ritual-ritua kegiatan yang ringan, tanpa beban sedikitpun.

Yaa.. Itulah arti hari bagi sebagian kita.

Namun, pernahkah kita mencoba memulai hari ini dengan memikirkan perasaan sebagian yang lain, yang memulai pagi hari ini dengan tangisan dan ratapan kesedihan.

Mata mereka berbinar-binar, dada sesak, jantung mereka berdegup kencang. Ketika dia bangun tidur, duduk, makan, mandi namun semua itu di temani dengan ratapan dan tangisan.

Tangis serak, hari ini bagi mereka adalah Cobaan Hidup yang datang tanpa tanda dan isyarat. Cobaan Hidup yang tidak kenal apa, siapa, kapanpun dan di manapun.

Cobaan Hidup yang berat untuk di terima namun harus di Ikhlaskan. Harus direlakan. Harus dipasrahkan.

Sebagian, ada yang bangun dengan wajah sumringah, bahagia nan ceria. Melanjutkan rencana indah kemarin yang belum usai. Kembali menyambung gelak tawa.

Semua tak ada beban. Tak ada resah gelisah. Tak ada nestapa. Hidup, baginya adalah kumpulan bahagia dalam ruang-ruang jiwa yang tenang.

Demikianlah hidup. Kita akan dihadapkan dengan rotasi nafas yang datang silih berganti. Suka atau tidak suka. Senang atau tidak senang. Kita akan dihadapkan padanya.

Inilah dunia. Semuanya adalah rekam jejak yang akan sirna. Buatlah rekam jejak baik, sekalipun pahit ditelan. Terbiasalah merelakan hal getir sekalipun.

Yakinlah suatu saat akan indah pada waktunya. Pasti indah. Allah tidak hanya menciptakan malam. Allah tidak hanya menciptakan bulan dan bintang.

Tetapi, Allah juga menciptakan  siang. Allah juga menciptakan matahari, yang sinarnya lebih terang dari apapun. Karenanya, Allah melarang kita putus asa dari kebaikan.

Jika kau tak pernah merasakan bahagia di dunia, inilah dunia. Bukan tempat yang tepat untuk mencari bahagia. Pasti ada ruang bahagia lain yang disiapkan Allah untuk-mu.

Dunia ini Akan Sirna. Percayalah.

Dalam perjalanan hidup, setiap individu pasti akan menghadapi berbagai kesulitan yang bisa menguji ketahanan jiwa dan hidupnya. Keyakinan bahwa Allah selalu bersama kita, bahkan pada saat-saat sulit, dapat memberikan dukungan dan pengharapan yang sangat dibutuhkan.

Iman yang kuat memungkinkan kita untuk melihat di balik setiap tantangan yang dihadapi, menemukan pelajaran yang berharga, dan mengembangkan kebijaksanaan dalam menghadapi masa-masa sulit itu.

Contoh nyata dari kehidupan sehari-hari menunjukkan betapa pentingnya iman dalam menghadapi kesulitan. Misalnya, banyak orang yang menghadapi kehilangan, kekurangan, putus asa, hingga putus pekerjaan dan merasa gagal dalam hidup.

Dalam kondisi seperti ini, keyakinan bahwa Allah selalu mendampingi, membersamai seseorang yang tetap berusaha dan tidak menyerah. Mereka mengandalkan do’a dan refleksi batin sebagai cara untuk mendapatkan kekuatan dan motivasi.

Tidak terbayangkan betapa Allah Maha Menyaksikan.

Kuncinya adalah selalu mengingat bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Menyandarkan kepercayaan bahwa Allah selalu bersama kita. Allah menjadi pendorong yang kuat dalam upaya kita untuk bangkit kembali dalam setiap situasi sulit sekalipun.

Saudaraku, percaya bahwa Allah selalu bersama kita dalam mengatasi tantangan hidup hingga nanti kita memperoleh kedamaian sejati. Kehadiran-Nya dapat menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan, terutama saat kita menghadapi situasi yang penuh tekanan.

Tetaplah berharap dan bermunajad kepada Allah. Kudu’ sadar dengan kehadiran danbentuan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Yakinlah, dunia ini pasti akan ‘menyiksa’ penghambanya. Akan menipu pengejarnya. Akan memperdaya orang-orang yang menyandarkan kebahagiaan darinya. Setelah itu akan sirna layaknya fatamorgana.

Wallahu’lam bish shawaab

Postingan terkait

Pelatihan Proses Pendamping Produk Halal (P3H): Cordova Halal Centre Sumbawa Barat

Sofian Hadi

Mendudukkan Makna Kata Dîn dan Religion

Sofian Hadi

Kebangkitan Islam: Realitas Kekinian dan Kedisinian

Sofian Hadi

Empat Kondisi yang Menjauhkan Rayuan Setan

Sofian Hadi

Dakwah Penyuluh Agama Islam

Sofian Hadi

Mengetahui Beberapa Keutamaan di Hari Jum’at

Sofian Hadi

Tinggalkan Komentar

You cannot copy content of this page