Khutbah

Khutbah Idul Fitri 1447H/2026M: Makmurkan Masjid, Bangun Tali Silaturrahmi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Hadirin, Hadirat Jama’ah shalat Idil Fitri yg dimuliakan Allah.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Dengan cara menjalankan segala peritahnya dan menjauhi larangannya.

Begitu tenggelam Matahari kemarin sore, lalu kemudian tampaklah Hilal Syawal, Berpisahlah kita dengan bulan yang di dalamnya shalat Taraweh didirikan, Berpisah kita dengan bulan, dimana tadarus qur’an dibacakan.

Berpisahlah kita dengan bulan, yang di dalamnya, ada satu malam, kalau kita beramal pada malam itu, maka lebih baik dari seribu bulan. Berpisahlah kita dengan bulan, yang di dalamnya, kita bertemu dan bertatap muka tiap malam, pada shalat taraweh dan witir. Maka selamat jalan bulan yang penuh dengan Berkah dan Kemuliaan.

Ramadhan, Alhamdulillah telah kita tuntaskan. Ibadah Puasa, salat tarawih, witir, Tadarus al-Qur’an, i’tikaf dan bayar zakat telah kita Tunaikan

Bulan Ramadhan, apabila diibaratkan seperti sekolah, Ia adalah ujian akhir bagi siswa sekolah. Umumnya, sebuah ujian, maka ada yang lulus, ranking 1, rangking 2, rangking 3. Ada juga yang masuk juara harapan. Dan boleh jadi, ada dari siswa itu yang tidak lulus ujian sama sekai. Inilah yang disebut Madrasah Ramadhan atau bulan Pendidikan.

Maka, kita berharap, dan memohon kepada Allah Swt. Semoga kita, jama’ah yang hadir merayakan shalat idil fitri ini, termasuk orang-orang yang lulus dari ujian Ramadhan tersebut. Amiin ya Rabbal Alamiin.

Allahuakbar, Allahuakbar Allahuakbar.

La ila haillaillahhu Wallhu Akbar, Allahuakbar Walilahilhamd

Hadirin Hadirat Jama’ah shalalt Idil Fitri yang dimuliakan Allah

Ramadhan boleh berakhir. Tapi ibadah kita jangan sampai berakhir. Masih ada Syawwal. Masih ada Zulqo’dah. Masih ada Zulhijjah. Masih ada Muharrom. Masih ada kesempatan di bulan lain, bagi kita untuk terus meningkatkan bilangan ibadah kepada Allah Swt.

وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur”.

Maka bertakbirlah, besarkan Allah dalam hatimu, Maka masalah hidup akan terasa kecil. Pesan kepada orang yang sengsara dalam hidupnya, yang merasa tidak bahagia, yang merasa berat menjalani kehidupan dunia, bertakbirlah, pujilah Allah dengan kebesaran-Nya. Maka persoalan hidup akan terlihat kecil.

Karenanya, ada beberapa pesan yang ditinggalkan Ramadhan kepada kita.

Pertama. Kita diajarkan untuk Memakmurkan Masjid.

Masjid, ketika dibulan Ramadhan ramai, hiruk pikuk dengan suara Tasbih, Tahmid, Takbir dan Baca Qur’an, Tapi ketika Ramadahan berlalu, maka akan berakhir dengan kesepian, kesunyian, dan hilang jama’ahnya. Masjid kembali kepada kekosongan.

Maka ini, bukan bukti berhasilnya Ramadhan kita. Bukti berhasinya Ramadhan, ketika masjid-masjid di Luar bulan Ramadhan tetap Ramai dan hiruk pikuk dengan Zikir kepada Allah.

Perlu kita ketahui, bahwa masjid tidak dibangun khusus untuk bulan Ramadhan. Masjid tidak dibangun untuk shalat Magrib atau shalat Jum’at. Seungguhnya masjid dibangun untuk disejahterakan oleh orang-orang beriman.

 اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَۗ فَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ ۝١٨

“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Taubah, Ayat 18)

Rasulullah Saw, orang yang sangat lembut hatinya dan sangat sabar perangainya. Namun ketika masjid kosong disitu Nabi marah. Apa kata Beliau Laa yan tahiyanna

Mereka yang tidak datang ke masjid, Laa yan tahiyanna berhenti, jangan kalian ulangi lagi, bagaimana kalau mereka tetap mengualangi. Mereka membiarkan masjid kosong.

Lauharrikunna alaihim Buyuutahum Aku akan membakar rumah mereka, begitulah kata Rasulullah Saw.

30 Malam kaki kita dibiasakan di masjid.

30 Malam kita dilatih, mendekat kepada Allah.

30 Malam kita dipanggil untuk shalat taraweh dan witir. Apa maknanya? Supaya senantiasa kita memakmurkan Masjid.

Dan, satu diantara hamba Allah yang akan mendapatkan Naungan di padang Mahsyar nanti, saat di mana matahari berada sejengkal, diujang kepala dan ubun kita. Saat itu, tidak ada naungan selain naungan Allah Swt. Dan Saat itu tidak ada yang bisa menolong kita.

Siapa yang akan menolong kita? Salah satu orang yang mendapatkan Naungan dan pertolongan itu Adalah;

Rajulun Qolbuhu Muallaqun Fil Masajiid. Orang yang hatinya tergantung di masjid. Orang hatinya selalu terpaut dengan masjid. Dan orang-orang, yang jiwanya Rindu dengan Masjid. Orang-orang gelisah, apabila ia tidak shalat berjama’ah dimasjid.  

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ  وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ 

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. (HR. Tirmidzi, no. 413)

Allahuakbar. Allahuakbar Allahuakbar

Laa ilahaillahuakbar Allahuakbar Walillahilham

Hadirin Hadirat Jama’ah shalalt Idil Fitri yg dimuliakan Allah

Kemudian yang kedua yang harus kita lestarikan di bulan Syawal, Adalah Menyambung Tali Silaturrahim.

Selama 11 bulan di luar Ramadhan kita sibuk. Tapi dibulan Ramadhan. Kita bertatap muka hampir tiap malam, dengan tetangga, dengan saudara, dengan kerabat di masjid. Bertatap muka bukan di tempat tongkrongan, bukan di restoran, bukan di Mall. Tapi kita bertatap muka di Rumah Allah Swt. Tempat ibadah, yang suci.

Maka kaum muslimin Rahimakumullah,, Ukhuah yang terjalin itu mari kita lanjutkan di Bulan Syawal ini. Dan dibulan-bulan lain yang akan datang. 

Jangan sampai, kita memutus tali silaturrahim yang sudah terjalin ini. Mari kita menjaganya.

Jangan sampai silaturrahim kita putus, setelah kita keluar dari masjid ini. Jangan sampai tali silaturrahim kita putus hanya karena hati kita takabbur dan tidak mau memberi maaf untuk saudara kita yang lain.

Rasulullah Saw mengatakan dalam sebuah hadist:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ  –  رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

“Barangsiapa yang suka, yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan) umurnya, maka sambunglah (tali) silaturrahim, dengan kerabatnya”. (HR. Bukhari)

Sebaliknya, Rasulullah memberikan peringatan dalam hadist lain:

La Yadkhulul Jannata Qoti’un. Tidak akan masuk Syurga orang yang memutuskan.

Apa yang dia putuskan. Ya’ni Qoti’urrahiim.  Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan Tali Silaturrahim.

Adakah bulan khusus untuk menyambung tali silaturrahim? Tidak Ada. Selain kita melakukannya diakhir bulan Ramadhan. Yakni dibulan syawwal, dihari yang Fitri ini.

Ada orang bertahun-tahun tidak saling tegur sapa, tidak saling berbicara. Hatinya keras, dengan sesama saudaranya. Berat rasanya saling memaafkan.

Padahal, meminta maaf bukanlah kerendahan dan kehinaan.

Bahkan hal ini pernah dialami Rasulullah Saw. suatu saat naik ke atas mimbar dan berkata kepada para sahabatnya:

Man kuntu lahu, jalattu lahu Zahran. Siapa yang pernah, pundanya aku cambuk. Hadza Zhohri. Ini pundakku, silahkan kau cambuk.

Man kuntu satamtu lahu irdhan, siapa pernah aku caci maki, kataku kasar. Ini aku Muhammad, silakan balas. Jika pernah aku berbuat salah kepada kalian, kata Rasulullah Saw. Maka saat iniaku meminta maaf, kata Rasulullah Saw.    

Jika hari ini, ada manusia yang tidak saling memafkan, tidak saling tegur sapa. Maka, mereka tergolong bukan ahli syurga. Kenapa? Karena dia termasuk orang-orang yang memutus tali Silaturrahim.

Orang yang hanya memperbaiki hubungan dengan Allah, tanpa mau memperbaiki hubungan dengan manusia. Dia adalah orang yang angkuh, orang yang sombong dia adalah orang yang takabbur.

Orang yang sombong tak layak masuk syurga,

Laa Jadkhulul Jaannah. Man kaana Fii Qolbihi, Mitsqola habbatin min kholdalin Min Kibrin.

Tidak akan masuk syurga, siapa yang dalam hatinya, ada sombong sebesar biji sawi. Dia tidak layak mencium bau syurga Allah Swt.

Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar Laa ilahaillahuakbar Allahuakbar Walillahilham

Hadirin Hadirat Jama’ah Shalalt Idil Fitri yg dimuliakan Allah

Karenanya, jama’ah yang muliakan Allah Swt. Marilah. Hari ini kita lapangkan hati kita, Untuk membuka pintu maaf dan silaturrahim diantara kita. Kita buang sifat sombong itu jauh dari hati kita. Karena itu adalah penghalang kita untuk masuk syurga Allah Swt.

Semoga Allah menerima segala Amal kita di Bulan Ramadhan. Shalat, kita, ruku’ dan sujud kita, bacaan qur’an dan semoga dosa-dosa kita diampuni Allah Swt.

Amiin. Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Khutbah Kedua

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. 
أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ  فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar.

Allahuakbar kabiira’ walhamdulillahikatsiro, wasubhanallah hibuqratawwaasila. Lailahaillah huwallahu Akbar

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَجَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مَوْسِمًا لِلطَّاعَاتِ وَمَغْفِرَةِ الذُّنُوبِ وَعِتْقِ الرِّقَابِ مِنَ النِّيرَانِ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْن وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

 عِبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

وَقَالَ تَعَالَى:

 وَٱلْعَصْرِ

إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ

إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

Marilah kita berdo’a kepada Allah. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dan mengampuni dosa-dosa kita.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ مُحَمَّدٍ

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَانْصُرِ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ

وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ

وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَـقَـبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَا مَنَا وَرُكُوْ عَنَا وَسُجُوْدَنَا

وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّوْ عَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَ نَا

يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَا لَمِيْنَ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صَغِيرًا

اللَّهُمَّ أَعِزَّالْإِسْلَامَا وَ لْمُسلِمِين

أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ اللَّهُمَّ دَمِّرِ لْيَهُودا وَ إِسْرَآئِل وَ

اللَّهُمَّ انْصُرْإِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين

Wafi Kulli Makan. Wafii kulli zaman. Ya Allah ya rabbal alamiin.

Ya Allah, di hari yang Fitri ini. Kami bersimpuh dengan Mengangungkan Nama-Mu

Kami memohon ampunan-Mu Ya Allah.

Ampuni segala Dosa Kami, Dosa kedua Orang-tua kami 3 x. Dosa Keluarga kami, Dosa Sudara-Saudara Kami.

Terimalah Amal Ibadah Kami. Shalat Kami, Puasa Kami. Rukuk Kami, Sujud Kami

Ya Allah. Buang Rasa Sombong dalam hati kami. Gantilah Rasa Sombong itu dengan takut kepada-Mu ya Allah.  

Ya Allah. di Hari yang Fitri ini. Tancapkan di hati kami keindahan iman.

Agar kami bisa merasakan betapa nikmatnya beriman kepada-Mu.

Dan betapa indahnya mendapat ampunan-Mu.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَا جِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَا جْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Postingan terkait

Khutbah: Ramadhan, Maksimalkan Potensi Kebaikan Bukan Kemaksiatan

Sofian Hadi

Khutbah: Mewujudkan Negeri yang Aman dan Tentram [Harlah KSB Ke-22]

Sofian Hadi

Khutbah Jum’at: Penyakit yang Melanda Umat Muslim Saat Ini

Sofian Hadi

Melegalkan Miras Atas Nama Pariwisata Di Kabupaten Fitrah, Haruskah?

Sofian Hadi

Khutbah Jum’at “Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”

Sofian Hadi

Khutbah: Akhir Bulan Sya’ban Mari Maksimalkan Amal Ibadah

Sofian Hadi

Tinggalkan Komentar

You cannot copy content of this page