Khutbah

Khutbah: 3 Golongan Manusia di Bulan Ramadhan

Khutbah I

اَلْحَمْدُ ِللهِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

{ یَـٰۤأَیُّهَاٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَاكُتِبَ عَلَىٱلَّذِینَ مِنقَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ }

صدقاللهالعظيم

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah..

Mari kita tingkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah, dengan selalu berusaha meniti jalan menuju keridhaan-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Khususnya di bulan suci Ramadhan ini, kita perbaiki diri, perbaiki hati, dengan harapan kelak kita keluar dari suci bulan ini dalam keadaan bersih dan mendapatkan gelar al-muttaquun yaitu orang yang bertakwa. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah al-Baqarah:183

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah 183)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Berpuasa merupakan perintah Allah kepada orang beriman, yang wajib dilaksanakan selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, tujuannya adalah untuk menjadikan kita sebagai orang yang bertakwa.

Namun demikian, ada 3 golongan manusia di dalam bulan suci ramadhan ini – yang mungkin salah satu dari golongan itu – kita sendiri masuk ke dalam ciri-ciri dari golongan tersebut. Hal ini yang akan menjadi bahan renungan dan introspeksi diri supaya kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah..

Adapun 3 (tiga) golongan tersebut di antaranya adalah

1.      Golongan Orang-orang yang Beruntung

Siapakah orang-orang yang beruntung itu?

Golongan ini adalah, dia yang berhasil mencapai esensi tertinggi dari ibadah puasa, yaitu Taqwa. Orang-orang yang beruntung adalah dia yang berpuasa, pertama tidak hanya sekedar menahan diri dari makan minum dan semua hal yang membatalkan puasa secara zahir, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara batin atau dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

Seperti, menjaga lisan dari ucapan yang sia-sia, menggunjing, gosip, mengumpat dan mencaci maki serta menyebarkan fitnah. Menjaga penglihatan dari perkara yang haram dan mengundang syahwat, menjaga pendengaran, menjaga hati dari segala penyakit hati berupa kesombongan, hasad (iri hati dan dengki), dendam, riya’, dan lain sebagainya, menjaga perbuatan tangan dari mengambil sesuatu yang bukan haknya serta menzalimi orang lain.

Kedua, Ibadah wajib yang lain dipertahankan, shalat wajib tidak ditinggalkan bahkan kualitasnya semakin meningkat. Serta ibadah sunnah diprioritaskan bahkan menjadi kebiasaan, seperti bersedekah, membaca al-Qur’an, qiyamul lail, dan seterusnya.

Orang-orang dari golongan inilah, yang dosa-dosanya diampuni, doanya dikabulkan, dan ia keluar dari bulan Ramadhan,  sebagai pribadi yang baru (suci secara mental dan spiritual) atau yang disebut dengan muttaqun. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah..

2.      Golongan Orang-orang yang Merugi

Siapakah orang-orang yang merugi itu?

Dia adalah orang yang berpuasa secara hukum fikih puasanya sah, karena dia mampu menahan diri dari makan minum dan semua hal membatalkan puasa secara zahir, namun secara pahala kosong karena dia tidak mampu menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara batin atau dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

Dia tidak mampu menjaga lisan dari ucapan yang sia-sia, selalu menggunjing, gemar menggosip, mengumpat, mencaci maki bahkan hobi menyebarkan fitnah. Da tidak mampu menjaga penglihatan dari perkara yang haram dan mengundang syahwat, hatinya dipenuhi oleh penyakit-penyakit hati berupa kesombongan, hasad (iri hati dan dengki). dendam, riya’, dan lain sebagainya, serta menzalimi orang lain.

Dia sanggup menahan lapar dan haus seharian, tetapi tidak mampu menahan diri dari maksiat. Ibadah wajib yang lain diabaikan, karena alasan lemas lapar, shalat wajib dilaksanakan dengan bermalas-malasan bahkan ditinggalkan. Serta ibadah sunnah tidak diperhatikan.

Orang-orang yang demikian, diperingatkan oleh Nabi Muhammad Saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah.

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ ، وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ

Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar, dan betapa banyak orang yang shalat malam namun tidak mendapatkan apa-apa dari shalatnya kecuali begadang (melek malam) saja.(HR. Ahmad & Ibnu Majah)

Rasulullah Saw juga bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan berbuat jahat (maksiat), maka Allah tidak butuh (tidak menerima) usahanya dalam meninggalkan makan dan minumnya”. (HR. Bukhari)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah..

3.      Golongan Orang-Orang yang Celaka

Ini adalah golongan yang paling memprihatinkan, karena mereka mengabaikan kemuliaan bulan suci Ramadhan. Orang-orang ini adalah, orang-orang yang celaka dan dilaknat Allah. Kenapa? Karena mereka mengaku beragama Islam, mereka tidak gila, sudah baligh (cukup umur), tidak dalam keadaan sakit.

Kemudian, kondisinya sehat dan segar bugar, tidak dalam keadaan musafir (perjalanan jauh), tidak dalam keadaan berhalangan, akan tetapi mereka dengan sengaja meninggalkan puasa, mengabaikan ibadah-ibadah wajib yang lain bahkan mereka tetap melakukan maksiat besar, di bulan yang penuh berkah ini.

Hasilnya, mereka kehilangan kesempatan emas untuk mendapatkan rahmat, ampunan, serta pembebasan dari api neraka. Padahal bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi setiap orang yang beriman, karena di bulan ini Allah SWT membuka pintu surga selebar-lebarnya dan  menutup pintu neraka serapat-rapatnya.

Sebuah hadis menceritakan Malaikat Jibril berdoa (dan diaminkan oleh Rasulullah SAW): “Celakalah orang yang menjumpai bulan Ramadhan, namun hingga Ramadhan usai, dosanya tidak juga diampuni oleh Allah SWT.”

Kenapa demikian? Karena dia mengabaikan dan tidak memanfaatkan kemuliaan bulan suci Ramadhan untuk memperbaiki diri, memperbaiki ibadah, dan memohon pengampunan atas dosa-dosanya. 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah..

Demikianlah, Khutbah singkat yang dapat kami sampaikan. Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang pertama, yaitu orang-orang yang beruntung yang keluar dari bulan suci Ramadhan dalam keadaan mendapatkan gelar muttaquun yaitu orang-orang yang bertakwa serta istiqomah dalam ketakwaan. Amiin, Amiin yaa Rabbal alamiin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

 Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Oleh: Ustadz. Rahman Jamil, S.Ag (Penyuluh Agama Islam Kec. Brang Rea, KSB)


Postingan terkait

Khutbah: Momentum Bulan Rajab dan Tahun baru Masehi 2026 sebagai Langkah Refleksi Ibadah

Sofian Hadi

Khutbah: Syawwal Artinya Bulan Peningkatan Amal

Sofian Hadi

Khutbah: Mewujudkan Negeri yang Aman dan Tentram [Harlah KSB Ke-22]

Sofian Hadi

Khutbah Menyambut Kedatangan Bulan Suci Ramadhan

Sofian Hadi

Khutbah: Masuk Syurga Bersama Rasulullah Saw

Sofian Hadi

Khutbah: Menghargai Perbedaan Demi Keberkahan Ramadhan

Sofian Hadi

Tinggalkan Komentar

You cannot copy content of this page