Ada ungkapan yang sering kita dengar, “Sabar itu ada batasnya!” Namun, tahukan anda, bahwa ungkapan ini bukan termasuk anjuran atau petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya. Sabar tidak mengenal batas. Sabar itu bukan berarti “diam.” Sabar adalah, melawan dengan cara yang benar.
Betapa sering kau berkata “Apa yang harus kulakukan? Bagaimana caranya? Jawaban yang tepat bagimu, adalah tetaplah di tempatmu. Jangan lapai batasmu sampai datang jalan keluar bagimu dari Dzat yang telah memerintahkanmu untuk tetap di tempatmu. Allah mengatakan dalam al-Qur’an.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS. Al-Imran: 200).
Allah memerintahkan kepadamu untuk bersabar, wahai orang-orang yang beriman. Dan berlomba-lomba dalam kesabaran, memegang teguh kesabaran itu, menjaganya, serta senantiasa menekuninya.
Allah juga memperingatkan kalian agar tidak meninggalkan kesabaran itu. Dia juga berfirman, Takutlah kepada Allah,” Jika kau meningglkan kesabaran itu”. Artinya, jangan engkau tinggalkan kesabaran itu! Sebab, di dalamnya terdapat kebaikan dan keselamatan. Ali bin Abi Thalib juga menekankan:
إِنَّ الصَّبْرَ مِنَ اْلإِيْمَانِ بِمَنْزَلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ
“Kedudukan sabar dalam iman, laksana kepala dalam tubuh.” Dalam (Fathul Majid : 362)
Organ tubuh terpenting dari manusia adalah kepala. Kepala adalah sumber segala tindakan yang apabila ia tidak berfungsi maka tubuh akan merasakan pincang. Begitulah sabar diibaratkan. Apabila kesabaran tidak ada dalam jiwa manusia, maka malapetaka akan mendera.
Ada sebuah ungkapan yang berbunyi “Segala sesuatu akan diberi balasan yang setimpal, kecuali kesabaran. Beralasan tidak terhitung dan berlipat ganda”. Hal ini dipertegas oleh Allah Swt di akhir Surat Az-Zumar ayat 10;
إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az-Zumar Ayat. 10)
Jika kau bertakwa kepada Allah, Dia akan manjagamu agar kau senantiasa dapat bersabar dan menjaga barats-batas yang telah ditentukan oleh-Nya. Sehingga Allah pun akan memenuhi janji-Nya kepadamu. Sebagaimana yang Dia janjikan dalam kitab-Nya.
Dengan kesabaran itu, kau akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertawakal kepada Allah, hingga jalan keluar terbentang bagimu. Sungguh Allah telah menjadikanmu berkecukupan.
Jadi, kesabaran adalah sumber segala kebajikan dan keselamatan baik di dunia maupun diakherat. Melalui kesabaran ini, seorang mukmin merangkak naik ke tingkat ridha, muwafaqah (menyesaikan dirinya dengan kehendak Allah).
Sebaiknya, engkau berhati-hati. Jangan sampai meninggalkan kesabaran. Agar Allah tidak membuatmu hina di dunia dan di akherat kelak. Dan agar engkau tidak kehilangan kebaikan keduanya.
Karenanya, sabar adalah sumber segara kebaikan. Sumber pahala yang akan dibalas tanpa batas. Oleh karenannya, jangan meremehkan sabar. Karena, hanya orang-orang berbasabar yang akan mendapatkan kebahagiaan dari Allah Swt.
Dalam kondisi apapun, cobalah untuk tetap bersabar. Latihlah jiwa dan hati dengan kesabaran. Memang ada ungkapan yang sering kita dengar, “Sabar itu ada batasnya!” Namun, tahukan anda, bahwa ungkapan ini bukan termasuk dari perintah Allah dan Rasul-Nya. Sabar tidak mengenal batas. Sabar itu bukan berarti “diam” akan tetapi melawan dengan cara yang benar.
Semoga Allah selalu menetapkan kesabaran di dalam hati kita! Amiin ya Rabbal Alamîîn
Wallahua’lam bish shawââb
Nasihat ini disampaikan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani, dan penambahan penjelasan dari pimred. Dalam kitâb Fathul Ghaîb, hlm 106.Terj. Turos Pustaka