Kalimat yang tertulis pada judul dari tulisan ini adalah penggalan dari sabda baginda Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beberapa sahabat Nabi menanyakan beliau tentang alasan yang melatarbelakangi begitu antusiasnya beliau untuk memperbanyak puasa di bulan Sya’ban melebihi bulan-bulan lainnya, maka manusia mulia ini menjawab :
ذَاكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ
“Itulah bulan yang orang-orang banyak yang lalai ia terletak antara bulan Rajab dan Ramadan” (HR. Ahmad dan Nasa’i)
Al-Imam Ibnu Rajab dalam Kitabnya Lata’if Al-Ma’arif menjelaskan faedah yang sangat bagus terkait hadis ini, beliau berkata :
وفيه دليل على استحباب عمارة أوقات غفلة الناس بالطاعة وأن ذلك محبوب لله
“Hal ini merupakan dalil (bukti) atas sunnahnya memakmurkan waktu-waktu lalai manusia dengan ketaatan, dan sesungguhnya hal tersebut dicintai oleh Allah.”[1]
Perkataan Imam Ibnu Rajab menjelaskan bahwasanya Allah sangat mencintai hamba-hambanya yang berusaha untuk selalu mengisi waktu-waktunya dengan kebaikan bahkan di saat manusia lainnya justru mengisinya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Hal ini pulalah yang menjadi alasan sebagian ulama menganjurkan untuk mengisi waktu antara Magrib ke Isya dengan ibadah salat yang biasa disebut dengan salat awwabin atau sebagian ulama lain menyebutnya salat ghaflah atau salat yang dilakukan di waktu lalai, hal ini karena kebanyakan manusia lalai pada waktu tersebut entah karena makan malam atau karena beristirahat[2].
Maka marilah kita mengisi setiap waktu kita dengan kebaikan, dengan ibadah, dan dengan dzikir kepada Allah.
Kami mengingatkan kita semua bahwa bulan Sya’ban ini adalah pintu gerbang menuju Ramadan, dan kami mengingatkan pula kita seluruhnya dengan perkataan Abu Bakar Al-Warraq Al-Balkhi :
شهر رجب شهر للزرع وشعبان شهر السقي للزرع ورمضان شهر حصاد الزرع
“Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk menyirami tanaman itu, selanjutnya Ramadan adalah untuk memanennya”[3]
Semoga Allah Swt memberikan kita nikmat kesehatan, umur yang panjang, keistiqomahan, disehatkan badan dan jiwa kita, untuk mengisi bulan Sya’ban ini dengan amal kebaikan. Diberikan kita kekuatan agar mampu menjalankan sunnah-sunnah yang ada di bulan Sya’ban ini.
Hingga akhirnya, nanti kita akan dipertemukan dengan bulan yang agung, bulan mulia, bulan yang dirindukan oleh semua kaum Muslimin yaitu bulan Ramadhan. Bulan di mana amal ibadah kebaikan akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah Swt. Amiin ya Rabbal alamiin
Wallahu a’lam bish shawaab
[1] Ibnu Rajab Al-Hanbali, Lataif Al-Ma’arif, hal. 189
[2] Al-Khatib Asy Syirbini, Al-Iqna’, hal. 134
[3] Ibnu Rajab Al-Hanbali, Lataif Al-Ma’arif, hal. 177