Nasional

Darul Arqam Dasar (DAD) Gerbang Kaderisasi IMM yang Harus Dijaga

Kaderisasi adalah urat nadi sebuah organisasi. Tanpa proses kaderisasi yang terarah, organisasi akan kehilangan identitas dan daya geraknya. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai gerakan mahasiswa Islam tentu menyadari betul hal itu.

Salah satu bentuk ikhtiar nyata adalah penyelenggaraan Darul Arqam Dasar (DAD) seperti yang baru saja digelar oleh PC IMM Sumbawa pada hari Sabtu, 20 September 2025 di SMA Muhammadiyah. Pelatihan ini merupakan wujud nyata serta keseriusan pengurus IMM Sumbawa dalam meremajakan pengkaderan.

Dengan tema “Gerakan Pencerahan Kader, Penanaman Tri Kompetensi Dasar” kegiatan ini menjadi titik tolak awal bagi lahirnya kader-kader baru yang siap mengemban amanah dakwah pencerahan.

DAD bukan sekadar pelatihan teknis atau kegiatan seremonial, melainkan pintu masuk untuk membentuk jati diri kader IMM yang sesungguhnya. Jati diri kader IMM harus kuat, apalagi dalam menghadapi tantangan global seperti sekarang.

Pesan Ketua PC IMM Sumbawa sangat relevan dengan tantangan zaman. Seorang kader IMM dituntut memiliki tiga ciri khas: intelektualitas yang cakap, ketaatan spiritual yang kuat, serta kepedulian sosial yang nyata.

Tiga kompetensi dasar ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi kokoh yang akan menguatkan posisi IMM sebagai gerakan mahasiswa Islam yang berperan di tengah masyarakat.

Masyarakat harus ‘mlek’ dengan kemajuan dan perubahan dalam segala lini. Bukan sebaliknya terkurung dalam persepsi komunal konsevatif. Peran kader IMM sangat krusial khususnya dalam hal ini, guna membina masyarakat yang bermartabat.

Lebih jauh, dukungan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah bahwa kegiatan ini harus rutin dilaksanakan adalah sebuah penegasan bahwa DAD tidak boleh berhenti pada satu momentum. Ia harus menjadi tradisi kaderisasi yang terus berlanjut, agar regenerasi berjalan sehat dan keberlanjutan gerakan terjamin.

Di tengah arus globalisasi, derasnya pengaruh digital, dan tantangan ideologi yang beragam, kader IMM dituntut hadir dengan kekuatan moral, intelektual, dan kepedulian sosial. Ideologi yang hadir di tengah-tengah masyarakat perlu pemahaman lebih dalam.

Jika masyarakat tidak memahami tentang globalisasi, kemujuan, ideology dan teknologi, maka ditakutkan terjadi kesenjangan pemahaman, serta melahirkan paham baru yang jauh dari agama dan keyakinan.

DAD adalah ruang yang tepat untuk menanamkan itu semua sejak dini. Karena itu, menjaga konsistensi penyelenggaraan dan kualitasnya adalah tanggung jawab bersama. Tanggung jawab yang akan terus dikawal dan dilaksanakan oleh para kader IMM di tanah Sumbawa.

Pada akhirnya, DAD bukan hanya agenda formal organisasi, melainkan ikhtiar membangun manusia. Dari sini lahir kader-kader yang tidak hanya mencintai IMM, tetapi juga siap menjadi suluh pencerahan bagi umat dan bangsa.

Salam IMM, Salam Muhammadiyah.

Wallahu’alâm bish shawââb

Postingan terkait

Jangan Sampai Puasamu Sia-Sia! Hindari 7 Kesalahan Ini

Sofian Hadi

Spektakuler! Apel Tahunan 2025 Santri Al-Ikhlas Taliwang Siap Terbangkan Pesawat Raptor F-22

Sofian Hadi

Bersiap Menyambut Ramadhan: Fisik Kuat, Hati Tenang, Ibadah Maksimal

Sofian Hadi

Refleksi: Hari Jadi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Ke-22

Sofian Hadi

Jangan Lewatkan! Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Meraih Lailatul Qadar

Sofian Hadi

Tata Cara Puasa 6 Hari di Bulan Syawwal

Sofian Hadi

Tinggalkan Komentar

You cannot copy content of this page