HikmahIlmu

Nasehat Untukmu Wahai Nakhoda Bahtera Rumah Tangga

Menikah adalah impian banyak orang. Mereka berharap agar segera bertemu dengan pendamping hidupnya untuk dapat melalui kehidupan ini dengan pasangannya tersebut.

Namun, laksana berlayar dengan kapal yang tidaklah akan selalu baik-baik saja, seperti itu pulalah bahtera rumah tangga. Akan selalu ada ombak yang menerpa, terkadang ombak itu sangat keras diawal pelayaran, namun tidak menutup kemungkinan juga ombak besar itu datang ketika pelayaran sudah bertahun-tahun dilakukan.

Mengetahui panjangnya pelayaran bahtera rumah tangga serta derasnya ombak yang akan menerpa, maka Imam Ahmad bin Hanbal menasehati putranya dengan 10 hal, semoga kita seluruhnya khususnya para suami dapat mengambil manfaat dari 10 nasehat Imam Ahmad ini. Beliau berkata, “Kamu tidak akan akan mendapatkan kebahagiaan dalam rumah, kecuali dengan 10 hal yang harus diberikan kepada istri.” Berikut 10 hal penting itu:

Pertama dan kedua, ini yang paling penting. Wanita sangat suka dengan ungkapan cinta maka jangan pelit mengungkapkannya. Jika kamu pelit maka akan ada penghalang, jarak, dan kurang harmonis.

Ketiga, wanita membenci laki-laki yang diktator dan sangat suka dengan laki-laki yang halus juga lembut lagi bijak, maka berikan sikap tersebut secara proporsional

Keempat, wanita menyukai apa yang juga disukai suami dari istrinya, seperti perkataan yang baik, penampilan yang bagus, pakaian bersih, dan badan yang wangi. Usahakan kamu dalam kondisi seperti itu !

Kelima, rumah adalah kerajaan wanita dan singgasanya. Wanita adalah ratunya. Janganlah kamu menghancurkan singgasananya, janganlah menggesernya dari singgasananya. Jika itu dilakukan maka sama halnya kamu melepaskan dari kerajaannya. Tentu seorang raja atau ratu akan sangat marah ketika digulingkan dari kekuasaannya.

Keenam, wanita di satu sisi ingin berbakti kepada suaminya dan di sisi lain dia juga tidak ingin menelantarkan keluarganya. Janganlah sekali-kali kamu menjadikan dirimu di satu timbangan dan keluargnya di timbangan yang lain, (jangan kamu katakana katakana kepada istrimu) pilih aku atau keluargamu ?

Ketujuh, wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok dan ini merupakan rahasia keindahan juga daya tarik wanita, bukan sebuah aib. Alis itu menjadi indah karena ada lengkungan (tidak lurus). Ketika dia salah, jangan kau caci dengan cacian yang membabi buta. Meluruskan yang bengkok dengan kasar sama dengan mematahkannya. Mematahkannya adalah mencerainya.

Luruskan dia ketika salah, sehingga tidak bertambah bengkok, jangan biarkan dia dalam kesalahannya karena hal itu akan mengakibatkan dia tidak lembut kepada kamu dan tidak akan mendengar kamu. Hiduplah bersamanya secara proporsional !

Kedelapan, kebiasaan wanita suka mengingkari nikmat dan kebaikan suami. Sekian tahun melakukan kebaikan, ketika melakukan kesalahan (menyakitinya) walau satu kali maka dia menyatakan, “aku sama sekali tidak mendapatkan kebaikan darimu”. Kepribadian seperti ini jangan membuat kamu marah dan menjauh darinya. Jika ada yang dibenci darinya (karena sifat tersebut) maka ingatlah kebaikan sifat lainnya yang kamu sukai.

Kesembilan, wanita akan melalui masa lemah fisik dan lelah secara mental maka wajar Allah menggugurkan beberapa kewajiban atasnya dalam kondisi seperti ini. Misalnya, digugurkan kewajiban sholat dan puasa (ketika haid dan nifas). Jadilah kamu generasi rabbani dalam mendampinginya ketika dia dalam kondisi seperti ini. Kurangi tuntutan dan perintahmu ketika ia dalam kondisi seperti ini sebagaimana Allah pun menggugurkan kewajiban kepadanya.

Kesepuluh, istri adalah tawanan bagimu, sayangilah dia, maklumi kelemahannya. Dengan demikian, dia akan menjadi kebaikan bagimu dan akan menjadi sebaik-baik teman hidup.

Demikianlah 10 nasehat beliau, untukmu para nakhoda bahtera rumah tangga. Lakukanlah nasehat tersebut, maka bahteramu akan Allah jaga.

Wallahu a’lam bish shawaab

Postingan terkait

Menyelami Samudra Silaturahim dalam Cahaya Al-Qur’an dan Hadits 🤝

M. Syarif Hidayatullah

Pentingnya Kenyamanan dan Keamanan dalam Berwisata

Sofian Hadi

Tradisi Keilmuan dalam Islam [1]

Sofian Hadi

Do’a Saat Gelisah Menerpa: Rahasia Yang Diajarkan Rasul Untuk Hati yang Lelah

M. Syarif Hidayatullah

Refleksi Hari Raya Idul Fitri 1447 H: Memaafkan adalah Kemuliaan

M. Syarif Hidayatullah

Hikmah di Balik Perubahan Iklim: Menemukan Pelajaran dari Tantangan Global

Sofian Hadi

Tinggalkan Komentar

You cannot copy content of this page