IlmuPenyuluh

Menafsir Makna Kata ‘Berkah’ Dalam Al-Qur’an

Kata ‘berkâh‘ dalam al-Quran seringkali dikaitkan dengan kebaikan yang berlimpah, baik itu dalam bentuk materi maupun spiritual. Keberkahan juga seringkali diasosiasikan dengan rahmat dan karunia dari Allah Swt.

Terdapat 32 ayat dalam al-Qur’an yang menggunkan beberapa istilah yang merujuk kepada makna kata berkâh. Seperti; tabârak, barâkah, mubârakatun, bâraknâ, dalam berbagai bentuknya.[1]

Di dalam Ensiklopedia Makna Al-Qur’an, kata al-Barakâh terbagi menjadi 2 (dua): Pertama, secara hissîy, berarti segala kebaikan yang Allah turunkan dimuka bumi dan keberkahannya dapat dinikmati oleh penduduk begerinya dan mampu memikat negara lain yang ada di penjuru dunia ini.

Kedua, secara maknawiyah, bahwa Mekkah sebagai arah kiblat bagi yang berada di belahan Timur dan Barat. Hal ini merujuk kepada al-Qur’an Surat al-Imrân ayat, 96.

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ ۝٩٦

 “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”[2]

Ungkapan berkâh, baik dengan bentuk isîm dan bentuk fi’îl semuanya merujuk kepada hal-hal positif yang menyelamatkan, memberikan ketentraman dan rahmat.[3]

Sementara, Imam al Qurtûbhî menafsirkan Surat al-a’raf ayat 96 “Allah menjadikan Makkah sebagai kota yang diberkahi, karena berlipat gandanya pahala amal perbuatan yang dilakukan di dalamnya”. Jadi, barakâh pada ayat ini berarti banyaknya kebaikan.[4]

Adapun dalam pandangan Badiuzzaman Said Nursi, kalimat berkâh juga terkandung dalam kalimat Bismillahir rahman nirrâhîm. Dalam pandangan Said Nursi kata bismillâh adalah awal dari segala kebaikan dan permulaan segala urusan yang penting.

Sebab itulah kita memulai dengannya. Ketahuilah bahwa disamping sebagai syiar Islam, kalimat yang baik dan penuh berkâh ini merupakan zikîr seluruh entitas lewat lisân hâl (keadaan).

Merurut Said Nursi keberkahan itu dimiliki oleh orang yang berakal yang terus menempuh jalan tanpa mendapatkan kesulitan. Sebab dia memikirkan hal yang indah sebab dia memiliki akhlaq yang mulia. Keberkahan itu dikiaskan dengan pikiran yang jernih yang memikirkan sesuatu yang indah dan baik.[5] 

Syekh Mutawallî asy-Sya’rawi dalam tafsirnya, menjelaskan tentang makna berkâh. Apakah arti berkâh? Berkâh adalah ketika seseorang diberi lebih dari yang seharusnya; seperti seseorang yang gajinya lima puluh pound dan kita mendapati dia dan anak-anaknya hidup dalam kecukupan dan kebahagiaan, tanpa kesusahan.

Lalu Anda bertanya: Bagaimana dia hidup? Dan dia menjawab: Itu berkâh. Dan berkah memiliki penjelasan kosmik karena orang-orang selalu-seperti yang telah kami katakan sebelumnya- melihat pendapatan mereka pada rezeki positif, dan mengabaikan rezeki negatif.

Rezeki positif adalah bahwa Allah, Yang Mahakuasa, menjadikan pendapatan Anda ribuan pound, tetapi Anda mungkin membutuhkannya berkali-kali lipat.

Rezeki negatif menjadikan pendapatan Anda seratus pound dan mengurangi banyak pengeluaran Anda, seperti memberikan Anda kesejahteraan sehingga Anda tidak perlu membayar biaya dokter atau biaya pengobatan.[6]

Wallahua’lam bish shawaab


[1] Faidullah al-Husni, Fath al-Rahmân lî Thalîb ayat al-Qur’an, 2019.(Surabaya: Toko Kitab Al-Hidayah), 50-51

[2] Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah membantahnya.

[3]M. Dhuha Abdul Jabbar. Ensiklopedia Makna Al-Qur’an Syarah Alfâzhul Qur’ân, (Bandung: Fitrah Rabbani, 2012). See, Barakâ, 88-89

[4] Syaikh Imam Al Qurtubi, Al Jami’ Al Ahkam Al Qur’an, diterjemahkan Muhammad Ibrahim Al Hifnawi dan Muhammad Hamid Ustaman, Tafsir al-Qurthubi Jilid IV (Jakarta: Pustaka Azam,2008), 358

[5] Badiuzzaman Said Nursi, Al-Kalimât, transl. Fauzi Faisal Bahreisy, (Tangerang: Risalah Nur Press, 2021), 3, 41.

[6] Tafsir al-Khawâthîr (asy-Sya’rawi), 4257

Postingan terkait

Membumikan Wahyu Menghidupkan Akal: Warisan Pemikiran Intelektual KH. Ahmad Dahlan

Fiqri Rabuna

Makna Kebebasan Berpikir dalam Islam

Sofian Hadi

Wajah Munafik dan Mukmin Sejati Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah 204-207

M. Syarif Hidayatullah

Ia Adalah Bulan Yang Sering Dilupakan

Lalu Wawan Febriyanto

Makna Do’a: Menyelami Pengertian dan Tujuan Permohonan

Sofian Hadi

Tradisi Keilmuan dalam Islam [1]

Sofian Hadi

Tinggalkan Komentar

You cannot copy content of this page