Nasional

Kiprah Tim Relima Mencerdaskan Santri Melalui Wisata Literasi

Relawan Literasi Masyarakat RI atau yang disingkat RELIMA, merupakan ujung tombak literasi di setiap lokus lingkup tugas yang diberikan. Kegiatan seperti laporan advokasi, kegiatan literasi dan program inventarisasi, dilakukan untuk mendata keaktifan komunitas literasi. Dari kegiatan Advokasi, Tim Relima melakukan kegiatan audiensi dengan beberapa lembaga, seperti; sekolah, pemerintah sebagai pembuat kebijakan, pemerintah desa, pegiat literasi hingga mitra komunitas literasi yang ada dilingkungan Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. 

Hal menarik dan manjadi praktik baik yang Saya lakukan sebagai Tim Relima Sumbawa Barat adalah mengajak santri pondok pesantren al-Ikhlas Taliwang melakukan kegiatan wisata literasi pindah belajar ke Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (ARPUSDA) Kabupaten Sumbawa Barat. Program ini diikuti oleh santri kelas 4 (empat) Pesantren atau setara dengan siswa kelas 1 (satu) di tingkat Aliyah.

Kegiatan wisata literasi pindah belajar ini, merupakan program Arpusda Kabupaten Sumbawa Barat, dalam rangka memberikan akses literasi kepada lembaga pendidikan, guru serta siswa yang ada di lingkup Kabupaten Sumbawa Barat. Tim Relima, menyambut baik program ini, sebab mampu memberikan akses literasi kepada siswa, guru, lembaga pendidikan, pegiat literasi serta komunitas literasi di lokus Sumbawa Barat.

Program wisata literasi yang Saya lakukan, bersama santri Pesantren Al-Ikhlas bertujuan untuk menambah dan menumbuhkan minat baca di kalangan santri. Kecerdasan literasi adalah fondasi pendidikan dan menjadi kunci dalam pengembangan potensi individu, serta sebagai sarana interaksi langsung antara santri dan koleksi literatur yang dapat memperkaya wawasan mereka.

Realisasi program kunjungan ke Arpusda Kabupaten Sumbawa Barat, merupakan realisasi praktik baik saat Saya mengajar santri kelas 4 (empat) Pondok Pesantren Al-Ikhlas. Salah seorang santri bertanya bertanya, “Bolehkah kami membaca buku di Perpustakaan baru yang ada di KTC[1]” Ungkapnya semangat.

Selepas mengajar, Saya langsung menghubungi pengurus Perpustakaan Daerah dan mengirim surat untuk melakukan kegiatan kunjungan sekaligus kegiatan pindah belajar. Kepala bidang Perpustakaan kemudian memberikan balasan dan mempersilahkan kami datang di hari Rabu, 17 September 2025 pukul 09:30 pagi hari.

Saya melihat semangat dan antusias santri ketika sampai di Perpustkaan Daerah Sumbawa Barat. Selepas mengisi buku tamu yang berbasis online, mereka langsung bergegas mencari bahan bacaan yang berjejer rapi di rak-rak perpustakaan. Kegiatan literasi ini sangat relevan dengan visi pesantren ingin mencetak santri yang cerdas dan berakhlak mulia. Dalam kunjungan ini, santri juga diajak untuk berdiskusi tentang buku yang dibaca, sehingga mereka dapat mengkonkretkan pengalaman membaca mereka.

Setelah melakukan kunjungan literasi ke Perpustakaan Daerah Sumbawa Barat, sebagai Relima saya menyimpulkan beberapa dampak positif dan praktik baik dari kegiatan kunjungan literasi. Diantaranya; Pertama, terlihat adalah perubahan sikap santri terhadap membaca. banyak santri yang menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi, terhadap buku dan literatur, yang sebelumnya mungkin tidak mereka eksplorasi secara mendalam.

Kedua, peningkatan pengetahuan santri di berbagai bidang kecondongan genre buku yang dibaca. Dengan akses langsung ke perpustakaan dan kesempatan untuk berdiskusi dengan pustakawan, santri mendapatkan wawasan yang lebih luas mengenai topik-topik yang beragam.

Ketiga, memancing rasa ingin tahu santri, dan memberikan inspirasi untuk mengeksplorasi lebih lanjut, sehingga membentuk kebiasaan baik dalam belajar. Hal ini terlihat ketika santri diajak keliling perpustakaan.

Keempat, rasa penasaran santri terbayar setelah membaca buku-buku dengan judul menarik. Tentunya, program ini jika selalu diagendakan dan dipupuk dengan baik, sangat berpotensi membentuk karakter santri, memberikan mereka alat yang dibutuhkan untuk sukses di masa depan.

Terakhir, setelah menyaksikan antusiasme dan semangat baca para santri sebagai Relima, Saya untuk terus mendorong siapa pun, entah siswa, komunitas, pegiat literasi agar membangun komunikasi, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perpustakaan dalam menciptakan program-program yang lebih inovatif dalam rangka meningkatkan minat baca dan kepedulian literasi.

Demikian program kegiatan praktik baik ini Saya tulis. Sebagai Tim Relima, Saya berkomitmen akan terus melakukan kegiatan advokasi, program literasi serta melakukan inventarisasi dan selalu melibatkan komunitas, serta mitra untuk berkolaborasi dengan Tim Relima RI.

Salam Literasi, Salam Relima


[1] KTC adalah Kemutar Telu Center. lingkup perkantoran kedinasan Pemerintah Daerah (PEMDA) di Kabupaten Sumbawa Barat.  NTB

Postingan terkait

RELIMA RI Bumi Gora: Dukung Program NTB Membaca, NTB Mendunia, Melalui Penyusunan Modul Ajar Di Gumi Tastura

Sofian Hadi

Tafsir Bulan Muharram Dan Bulan Haram Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah Ayat 36

Sofian Hadi

Refleksi: Hari Jadi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Ke-22

Sofian Hadi

Tim Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) RI Membangun Sinergi Dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (ARPUSDA) Kabupaten Sumbawa Barat.

Sofian Hadi

Ramadhan Sehat: Panduan Sahur & Berbuka Agar Tubuh Tetap Bugar

Sofian Hadi

Mendidik Anak Berpuasa: Cara Menanamkan Cinta Ibadah Sejak Dini

Sofian Hadi

Tinggalkan Komentar

You cannot copy content of this page