Hari Arafah adalah hari yang mulia, kemuliaan hari ini ditandai dengan diturunkannya ayat yang didalamnya Allah mendeklarasikan kesempurnaan agama-Nya. Allah berfirman :
اليومَ أكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وأَتْمَمْتُ علَيْكُم نِعْمَتي ورَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Ma’idah : 3)
Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa seseorang yang beragama Yahudi berkata kepada Umar bin Khattab bahwa seandainya ayat ini turun di agama mereka maka sungguh hari diturunkannya ayat ini akan mereka jadikan sebagai hari raya, lalu Umar bin Khattab mengatakan :
نزلت ورسول الله قائم بعرفة يوم الجمعة
“Ayat ini turun saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di Arafah pada hari Jumat”
Kemuliaan hari ini ditambah dengan banjirnya ampunan Allah dan waktu pembebasan hamba-hamba-Nya dari siksa neraka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ما من يوم أكثر من أن يعتق الله فيه عبدا من النار من عرفة
“Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka daripada hari Arafah.”
Maka sungguh rugi setiap jiwa yang mendapati waktu mulia ini namun membiarkannya berlalu begitu saja sehingga ia tidak memperoleh ampunan Allah. Agar kita tidak termasuk jiwa-jiwa yang merugi itu hendaknya kita memperhatikan aspek-aspek yang menjadi sarana diampuninya dosa kita.
Diantaranya ditulis oleh Imam Ibnu Rajab dalam kitabnya Lata’if Al-Ma’arif :
Pertama, Menunaikan puasa Arafah
Sarana pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah berpuasa pada hari Arafah, Rasulullah bersabda :
صيام يوم عرفة أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والتي بعده
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Setiap kita adalah pendosa, maka sudah seharusnya kita menggunakan kesempatan peleburan dosa ini dengan sebaik-baiknya
Kedua, Menjaga anggota tubuh dari maksiat
Ampunan di hari Arafah ini dijanjikan bagi mereka yang senantiasa menjaga tubuhnya dari hal-hal yang Allah benci, Nabi bersabda :
يوم عرفة هذا يوم من ملك فيه سمعه وبصره ولسانه غُفِرَ له
“Hari Arafah ini adalah hari di mana barangsiapa yang mampu menahan pendengaran, penglihatan, dan lisannya (dari maksiat), maka ia akan diampuni.” (HR. Ahmad)
Maka marilah kita menjaga lisan dari ghibah dan cela, menjaga tangan dari menyakiti dan melukai, menjaga mata dari melihat yang Allah larang, serta menjaga telinga dari mendengarkan hal-hal buruk.
Ketiga, Memperbanyak bacaan Kalimat Tauhid
Hari Arafah adalah hari disempurnakannya ajaran tauhid ini, maka sudah semestinya kita memperbanyak membaca kalimat tauhid yang merupakan pokok ajaran dari agama yang mulia ini, seorang sahabat Nabi yang bernama Ibnu Umar mengatakan :
كان أكثر دعاء النبي يوم عرفة “لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد بيده الخير وهو على كل شيء قدير
“Dahulu kalimat yang paling banyak Nabi ucapkan pada hari Arafah adalah :
“لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْر وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ”
Keempat, Bersimpuh dalam doa dan permohonan
Jangan biarkan waktu di hari Arafah berlalu dalam kesia-siaan. Perbanyaklah mengetuk pintu langit, meminta, berpasrah, dan menangis di hadapan Allah. Mintalah apa saja yang kita butuhkan untuk urusan dunia dan akhirat kita, karena inilah hari di mana doa-doa dikabulkan.
Kelima, Melapangkan dada untuk memaafkan kesalahan orang lain
Seringkali ampunan Allah tertahan karena kita masih menyimpan dendam di hati. Belajarlah memaafkan kesalahan orang lain dan jangan membalas keburukan dengan keburukan. Allah berfirman:
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفَرَ اللَّهُ لَكُمْ
“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (An-Nur : 22)
Jika kita ingin Allah mengampuni dosa-dosa kita yang mengunung, maka mudahkanlah maaf bagi hamba-hamba-Nya yang bersalah kepada kita.
Demikian beberapa sarana yang hendaknya kita lakukan, semoga Allah mengampuni dosa kita.